Menjadi Teladan di Bulan Suci: Guru RA Ulumul Quran Al Madani Banjarbaru Tadarus 2 Juz Sehari
Banjarbaru – Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di lingkungan RA Ulumul Quran Al Madani Banjarbaru. Pagi-pagi sebelum anak-anak datang dengan senyum dan cerita mereka, para guru terlebih dahulu duduk bersama dalam satu lingkaran sederhana — membuka mushaf, dan menguatkan hati melalui ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Sejak awal Ramadhan, guru-guru RA berkomitmen untuk membaca 2 juz setiap hari. Hari ini, memasuki hari ke-3, lantunan tilawah telah sampai pada Juz 7.
Bagi mereka, ini bukan sekadar target angka.
Ini adalah ikhtiar.
Ikhtiar agar hati tetap bersih sebelum membimbing.
Ikhtiar agar lisan yang mengajari adalah lisan yang terbiasa membaca Kalamullah.
Ikhtiar agar tangan yang menuntun anak-anak adalah tangan yang dekat dengan Al-Qur’an.
Di ruang sederhana itu, suara ayat-ayat suci dilantunkan dengan penuh kekhusyukan. Ada jeda haru. Ada doa yang terbisik. Ada harapan yang dititipkan — agar Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang menguatkan, bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pribadi.
RA Ulumul Quran Al Madani percaya bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya dibangun dari metode dan kurikulum, tetapi dari keteladanan. Anak-anak mungkin belum memahami makna setiap ayat, tetapi mereka akan tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi cahaya Al-Qur’an.
Sebelum mengajarkan cinta kepada Al-Qur’an, para guru memilih untuk lebih dulu mencintainya.
Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi keberkahan.
Untuk guru yang mengikhlaskan waktu.
Untuk anak-anak yang sedang belajar menjadi generasi Qur’ani.
Dan untuk orang tua yang mempercayakan amanah pendidikan di RA Ulumul Quran Al Madani Banjarbaru.
Ramadhan adalah bulan cahaya.
Dan cahaya itu, kami mulai dari diri kami sendiri.
Leave a Comment