Di Tengah Gangguan Air Bersih, Yayasan Cahaya Keluarga Madani Apresiasi Bantuan Air dari BPBD Kota Banjarbaru
BANJARBARU — Gangguan distribusi air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kota Banjarbaru akibat kerusakan pipa utama berdiameter 1.200 milimeter di kawasan Mandi Kapau turut menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan yang membutuhkan ketersediaan air untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di tengah situasi tersebut, Yayasan Cahaya Keluarga Madani menerima bantuan distribusi air bersih melalui mobil tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi lingkungan sekolah. Air bersih bukan hanya diperlukan untuk menjaga kebersihan fasilitas, tetapi juga mendukung kebutuhan sanitasi, kenyamanan, dan kesehatan seluruh warga sekolah.
Ketua Yayasan Cahaya Keluarga Madani, Husnul Khatimah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, khususnya BPBD Kota Banjarbaru, atas respons dan kepedulian yang diberikan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BPBD Kota Banjarbaru atas bantuan air bersih bagi sekolah kami. Di tengah situasi yang tidak mudah ini, kehadiran dan kepedulian pemerintah menjadi dukungan yang sangat berarti, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar anak-anak selama berada di lingkungan sekolah tetap dapat terpenuhi,” ungkap Husnul.
Menurutnya, situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga pada tersedianya lingkungan yang sehat, aman, dan layak bagi anak-anak.
Menguatkan Kesadaran Menggunakan Air Secara Bijak
Lebih jauh, Husnul mengajak seluruh sivitas sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua, untuk bersama-sama membangun kebiasaan menggunakan air secara bijak.
“Keterbatasan air yang kita alami saat ini hendaknya menjadi pembelajaran bersama. Anak-anak perlu memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan yang sangat berharga. Menggunakannya secukupnya, menutup keran setelah digunakan, dan tidak membuang-buang air adalah kebiasaan sederhana yang perlu terus kita tanamkan,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan karakter juga tumbuh melalui pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika anak-anak diajak memahami situasi yang sedang terjadi, mereka belajar tentang tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, dan pentingnya menjaga sumber daya bersama.
Dalam kondisi keterbatasan, penggunaan air secara hemat tetap harus memperhatikan kebutuhan kebersihan diri, sanitasi, dan kesehatan peserta didik.
Apresiasi untuk Semua Pihak yang Terus Berupaya
Yayasan Cahaya Keluarga Madani juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh petugas dan pihak terkait yang tengah berupaya menangani kerusakan jaringan serta memulihkan distribusi air bersih bagi masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya.
“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan kerja keras dan koordinasi banyak pihak. Semoga seluruh petugas yang bekerja di lapangan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan, sehingga pelayanan air bersih dapat segera kembali normal,” harap Husnul.
Ia berharap peristiwa ini semakin menguatkan semangat kebersamaan antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan publik.
“Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar tentang hadirnya air bersih, tetapi juga tentang kepedulian yang dirasakan secara nyata. Semoga kebaikan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling menjaga, saling membantu, dan menggunakan setiap nikmat yang tersedia dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.
Melalui momentum ini, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Cahaya Keluarga Madani berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya hemat air sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan, baik selama masa gangguan distribusi maupun setelah pelayanan kembali normal.
Leave a Comment