Siswa RA Ulumul Quran Al Madani Tampil Membuka Peringatan Hari Disabilitas Internasional Kemenag Kalsel
Banjarmasin – Momen membanggakan kembali ditorehkan oleh RA Ulumul Qur’an Al Madani. Siswa-siswi kami dipercaya menjadi pembuka kegiatan Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan oleh DWP Kemenag Kalimantan Selatan di Gedung Sasangga Banua, Kamis (18/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DWP Kemenag Kalsel, Hj. Lita Ariani Tambrin, secara resmi menyematkan selempang Bunda Inklusi kepada 13 Ketua DWP Kemenag Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan. Momentum ini menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan layanan yang ramah dan berkeadilan bagi penyandang disabilitas, khususnya di lingkungan madrasah.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, menegaskan bahwa peran Bunda Inklusi adalah amanah mulia untuk memastikan ekosistem pendidikan yang inklusif terus tumbuh dan berdampak.
Di tengah semangat besar tersebut, siswa-siswi RA Ulumul Qur’an Al Madani tampil membawakan tari kreasi daerah sebagai pembuka acara. Penampilan ini menjadi simbol indah kolaborasi dan keberagaman.
Yang membuat momen ini semakin bermakna, dalam kelompok tari tersebut terdapat tiga anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tampil dengan penuh percaya diri dan semangat.
Mereka menari bukan untuk dikasihani.
Mereka tampil untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi.
Tepuk tangan yang menggema di Gedung Sasangga Banua bukan hanya apresiasi atas gerakan yang selaras, tetapi juga pengakuan bahwa inklusi adalah tentang memberi ruang dan kesempatan yang sama.
Partisipasi RA Ulumul Qur’an Al Madani dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya inklusif sejak usia dini. Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi tentang membentuk generasi yang saling menghargai dan bertumbuh bersama dalam keberagaman.
“Kita Setara, Berkolaborasi, dan Berdampak untuk Mewujudkan Ekosistem Inklusif.”
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang kami tanamkan setiap hari di lingkungan sekolah. Bahwa perbedaan bukanlah batasan, melainkan kekuatan.
Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar membangun peradaban yang bermartabat — di mana setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki ruang untuk bersinar.
RA Ulumul Qur’an Al Madani
Bersama, kita tumbuh. Bersama, kita inklusif. 🌿✨
Leave a Comment