Perkuat Literasi Keamanan Digital, Ketua Yayasan Cahaya Keluarga Madani Lolos Calon Master Trainer Scam Ready ASEAN
Banjarbaru – Upaya Yayasan Cahaya Keluarga Madani untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia mendapat tambahan energi baru. Ketua Yayasan Cahaya Keluarga Madani, Husnul Khatimah, dinyatakan lolos seleksi tahap kedua dan terpilih untuk melanjutkan proses sebagai Calon Master Trainer dalam program Scam Ready ASEAN.
Kabar tersebut disampaikan melalui pemberitahuan resmi dari ICT Watch. Setelah melalui proses seleksi, peserta yang dinyatakan lolos akan memasuki tahapan berikutnya berupa Training of Trainer (ToT).
Dalam ToT tersebut, para Calon Master Trainer akan memperoleh pendalaman mengenai modul keamanan siber, mengikuti simulasi Be Scam Ready, serta memperkuat keterampilan fasilitasi sebelum nantinya terjun mengedukasi masyarakat di wilayah masing-masing.
Bagi Yayasan Cahaya Keluarga Madani, kesempatan ini tidak hanya dipandang sebagai pencapaian individual, tetapi juga sebagai peluang untuk memperkuat pengetahuan dan kapasitas lembaga dalam menghadapi tantangan kehidupan di ruang digital.
Keamanan Digital Semakin Dekat dengan Dunia Pendidikan
Perkembangan teknologi telah membuat ruang digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga dan dunia pendidikan. Guru, orang tua, bahkan anak-anak semakin dekat dengan berbagai layanan digital untuk berkomunikasi, mencari informasi, belajar, maupun melakukan aktivitas lainnya.
Di sisi lain, ruang digital juga membawa tantangan yang perlu dipahami bersama, termasuk berbagai modus penipuan dan risiko keamanan yang dapat menyasar siapa saja.
Karena itu, literasi digital tidak cukup hanya berbicara mengenai kemampuan menggunakan perangkat atau mengakses informasi. Kemampuan untuk mengenali risiko, bersikap kritis, melindungi diri, dan mengambil keputusan yang aman di ruang digital juga menjadi semakin penting.
Keikutsertaan dalam program Scam Ready ASEAN diharapkan dapat memperkaya perspektif Yayasan Cahaya Keluarga Madani dalam mengembangkan edukasi keamanan digital yang relevan bagi lingkungan pendidikan dan keluarga.
Dari Pelatihan Menuju Manfaat yang Lebih Luas
Tahapan berikutnya bagi peserta adalah mengikuti Training of Trainer. Proses ini menjadi penting karena seorang trainer tidak hanya perlu memahami materi, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Pengetahuan yang diperoleh melalui proses tersebut diharapkan kelak dapat diterjemahkan menjadi edukasi yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari, termasuk bagi guru, tenaga kependidikan, orang tua, keluarga, dan masyarakat.
Bagi SD Islam Al Madani dan RA Ulumul Quran Al Madani yang berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Keluarga Madani, penguatan kapasitas ini juga membuka peluang untuk semakin mengembangkan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan perkembangan akademik dan karakter anak, tetapi juga kesiapan keluarga menghadapi perubahan sosial dan teknologi.
“Kesempatan ini tentu kami syukuri sebagai ruang untuk belajar. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh nantinya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat diterjemahkan menjadi edukasi yang sederhana dan bermanfaat bagi sekolah, orang tua, serta masyarakat,” ujar Husnul Khatimah.
Sekolah dan Keluarga Perlu Belajar Bersama
Yayasan Cahaya Keluarga Madani memandang keluarga sebagai mitra penting dalam pendidikan. Ketika kehidupan anak semakin bersinggungan dengan teknologi, maka sekolah dan keluarga juga perlu terus meningkatkan pemahaman bersama mengenai cara menggunakan ruang digital secara lebih aman dan bertanggung jawab.
Penguatan literasi keamanan digital menjadi bagian dari upaya tersebut.
Namun, perjalanan menuju peran Master Trainer masih berproses. Status yang diperoleh saat ini adalah Calon Master Trainer, dan tahapan selanjutnya akan dilanjutkan melalui ToT serta rangkaian program yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Karena itu, pencapaian ini sekaligus menjadi awal dari proses belajar yang baru.
Yayasan Cahaya Keluarga Madani berharap kesempatan tersebut dapat berkembang menjadi pengetahuan, jejaring, dan praktik baik yang pada akhirnya memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Sebab di tengah dunia yang semakin terkoneksi, mendampingi anak bertumbuh tidak hanya berarti mempersiapkan mereka untuk belajar dan berinteraksi, tetapi juga membekali keluarga agar semakin cakap, kritis, dan aman ketika berada di ruang digital.
Leave a Comment