PKP Mahasiswa Psikologi Islam UIN Antasari di SD Islam Al Madani Resmi Berakhir
Banjarbaru – Rangkaian Praktik Kerja Psikologi (PKP) mahasiswa Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin di SD Islam Al Madani resmi berakhir. Penutupan kegiatan ditandai dengan penjemputan mahasiswa oleh Dr. Dina Aprilia, M.Psi., Psikolog sebagai perwakilan dari pihak perguruan tinggi.
Berakhirnya PKP bukan sekadar menandai selesainya masa praktik mahasiswa di sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi akhir dari sebuah proses pembelajaran lapangan yang membawa mahasiswa bersentuhan langsung dengan dinamika pendidikan, perkembangan anak, layanan inklusif, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Selama menjalani PKP di SD Islam Al Madani, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi. Mereka terlibat dalam proses yang berkesinambungan, mulai dari membangun hubungan dengan lingkungan sekolah, mendampingi Guru Pendamping Khusus (GPK), mengamati siswa dalam konteks pembelajaran, mengolah hasil observasi, menganalisis kebutuhan, hingga menyusun alternatif dukungan yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Belajar Memahami Anak Secara Utuh
Salah satu pengalaman penting selama PKP adalah ketika mahasiswa belajar bahwa memahami anak tidak cukup hanya dengan melihat perilaku yang tampak.
Sebuah perilaku perlu diamati bersama konteksnya: kapan perilaku muncul, kondisi yang menyertainya, bentuk bantuan yang dibutuhkan anak, serta bagaimana lingkungan memberikan respons.
Hasil pengamatan tersebut kemudian dibawa ke dalam case conference bersama unsur sekolah. Pada tahap ini mahasiswa belajar mengomunikasikan temuan secara profesional sekaligus mendengarkan perspektif GPK, wali kelas, guru, dan pihak lain yang terlibat dalam pendampingan siswa.
Proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori psikologi yang dipelajari di perguruan tinggi dengan situasi nyata di lingkungan pendidikan.
Dari Observasi hingga Psikoedukasi Orang Tua
Rangkaian PKP kemudian berkembang dari pengamatan individual menuju penguatan lingkungan terdekat anak.
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian akhir praktik adalah psikoedukasi bagi orang tua anak berkebutuhan khusus bertajuk “Mendampingi, Bukan Menggantikan: Membangun Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus dari Rumah”, yang dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Melalui kegiatan tersebut, orang tua diajak memperluas pemahaman mengenai kemandirian anak. Kemandirian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merawat diri, tetapi juga mencakup kemampuan belajar, berinteraksi, mencoba menyelesaikan aktivitas sesuai kemampuan, serta menjalani proses dengan bantuan yang semakin dikurangi secara bertahap.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengubah hasil pengamatan dan pengetahuan psikologi menjadi informasi yang dapat dipahami dan diterapkan oleh keluarga.
Sekolah dan Kampus Saling Belajar
Bagi SD Islam Al Madani, kehadiran mahasiswa PKP juga memberikan manfaat tersendiri. Hasil observasi, diskusi, dan rekomendasi mahasiswa menjadi tambahan perspektif bagi sekolah dalam melihat kebutuhan siswa serta mengevaluasi strategi pendampingan yang telah berjalan.
Kolaborasi ini mempertemukan tiga kepentingan sekaligus: proses belajar mahasiswa, penguatan layanan sekolah, dan kebutuhan perkembangan anak.
Sekolah menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar, sementara perguruan tinggi menghadirkan perspektif keilmuan yang dapat memperkaya praktik pendidikan di sekolah.
Secara keseluruhan, pelaksanaan PKP dinilai sangat baik karena berlangsung secara sistematis, kolaboratif, dan kontekstual. Mahasiswa tidak ditempatkan sebagai pengamat pasif, tetapi diberikan ruang untuk belajar memahami kasus, mengolah informasi, berdiskusi, menyusun rekomendasi, hingga berkomunikasi dengan guru dan orang tua.
Dijemput Kampus, Membawa Pulang Pengalaman
Berakhirnya perjalanan PKP mahasiswa Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin di SD Islam Al Madani ditandai dengan penjemputan oleh Dr. Dina Aprilia, M.Psi., Psikolog. Momen ini menutup rangkaian pembelajaran lapangan yang telah membawa mahasiswa dari proses observasi hingga kolaborasi bersama guru dan orang tua.
Penjemputan mahasiswa oleh Dr. Dina Aprilia, M.Psi., Psikolog menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian PKP di SD Islam Al Madani.
Namun, pengalaman yang diperoleh selama berada di sekolah diharapkan tidak berhenti bersama berakhirnya masa praktik.
Ada pelajaran tentang bagaimana melihat anak sebagai individu yang unik. Ada pengalaman bekerja bersama guru dan orang tua. Ada proses belajar untuk membedakan antara hasil observasi dan interpretasi. Dan yang tidak kalah penting, ada kesempatan untuk memahami bahwa ilmu psikologi menemukan maknanya ketika mampu hadir dan memberi manfaat dalam kehidupan nyata.
SD Islam Al Madani menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin atas dedikasi dan kontribusi selama melaksanakan PKP, serta kepada pihak program studi dan dosen yang telah membangun kolaborasi bersama sekolah.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik dan profesional berikutnya, sekaligus menjadi awal bagi kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan SD Islam Al Madani.
"Karena tempat praktik
bukan hanya ruang untuk menerapkan ilmu. Ia juga menjadi tempat belajar bahwa di balik setiap teori, ada manusia yang perlu dipahami dengan ilmu, empati, dan penghargaan".
Leave a Comment